Filosofi Kendi Maling, Gerabah Unik Lombok yang Mencuri Perhatian

Citizen6 Jakarta - Selain alamnya yang mempesona, Lombok ternyata juga menghasilkan kerajinan unik dari tanah liat. Aneka macam gerabah unik bisa kamu temui di Desa Banyumulek. Salah satu kerajinan gerabah yang paling mencuri perhatian yakni kendi maling.


Sekilas kendi ini tiada beda dengan kendi pada umumnya. Hanya saja pegangan atau leher kendi terlihat lebih panjang. Selain itu, kendi ini pun punya fungsi yang sama, yakni untuk menyimpan air agar menjadi sejuk.

Sejarah asal muasal Kendi Maling, Kerajinan khas Lombok
Kendi Maling siap Pakai (c) exploresolodotcom.tumblr.com
Lalu apa yang unik dari kendi maling ini?

Chandrawinata, Tour Guide Fam Trip Media dan Travel Agent menjelaskan, dinamakan kendi maling lantaran lubang untuk memasukkan air berada di bawah. Jika pada umumnya kendi mempunyai lubang di atas, namun tidak pada kendi maling.

Pertama kali melihat, mungkin kamu akan menyangka kendi itu hanya hiasan semata. Sebab dalam posisi berdiri kendi itu seperti tidak berlubang. Tetapi jika kamu teliti membaliknya, kamu akan menemukan lubang seukuran ibu jari. 

Kendi Maling, Kerajinan Tanah Liat Khas Lombok (c) masadera.com

Keunikan Kendi Maling, Kerajinan tanah liat khas Banyumulek Lombok
Proses mengisi air ke Kendi Maling (c) gerabahlombok.com 
Seorang Wisatawan sedang mengamati Bentuk Kendi Maling
Seorang Wisatawan sedang mengamati Bentuk Kendi Maling (c) liputan6.com
Rahmatullah, Owner dari Pusat Kerajinan Gerabah Banyumulek memaparkan, lubang tersebut ternyata berbentuk seperti corong kerucut dan sebagai jalan masuknya air. Ketika kendi dalam posisi berdiri maka otomatis air tidak akan keluar melalui lubang yang ada di bawah kendi. "Itulah mengapa, kendi ini disebut kendi maling. Karena masuknya lewat belakang. Sembunyi-sembunyi seperti maling," ujarnya.

Untuk membuat satu kendi maling, kata Rahamatullah membutuhkan waktu satu minggu. Semuanya dikerjakan secara manual tanpa bantuan mesin apapun. "Yang membuat kendi ini banyak diminati wisatawan karena tanah liat yang dipakai, langsung diambil dari gunung. Jadi secara alami ia akan mengkilat," ujarnya.

Dalam serangkaian Fam Trip hari kedua, Rabu (30/03/2016) yang diadakan Kemenpar RI, Disbudpar NTB serta KBRI Kuala Lumpur, para peserta yang terdiri dari media-media di Malaysia dan Travel Agent, diperlihatkan keunikan aneka macam gerabah. Selain itu mereka juga diajak langsung menyaksikan cara pembuatan kerajinan gerabah di Banyumulek. Harapannya mereka dapat mempromosikan kekayaan wisata Lombok di Negeri Jiran sana. (war)

Source : Liputan6.com

Related Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Artikel

Copyright By