Begini Cara Memaksimalkan Liburan 4 Hari di Lombok Bray

Menikmati keindahan Pantai Tanjung Aan. Photo by Jackysan.me

Pulau Lombok adalah sebuah pulau kecil yang menjadi bagian dari Provinsi NTB. Dengan luas wilayah hanya 5.435km2, Pulau Lombok jauh lebih kecil dibandingkan dengan pulau bali di sebelah barat atau hanya sepertiga dari ukuran pulau Sumbawa di sisi sebelah timurnya.

Walaupun tergolong pulau kecil, Lombok memiliki ratusan destinasi wisata yang terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil ditengah laut yang disebut Gili, puluhan air terjun yang spektakuler, pesisir-pesisir pantai berpasir putih yang identik dengan pasir merica-nya, juga sebuah Gunung yang bernama “Gunung Rinjani” yang merupakan gunung tertinggi nomor 2 di Indonesia (3726mdpl) yang masuk nominasi GUNUNG FAVORITE para pendaki karena terkenal keindahannya.

Mengexplore seluruh destinasi wisata lombok tidak cukup hanya 1 minggu. Jika tanpa persiapan yang matang dan tujuan yang jelas, percayalah kamu hanya akan menghabiskan waktu untuk memikirkan destinasi. So, jika kamu ingin berlibur ke Lombok dengan waktu yang terbatas, ada baiknya mencatat point point penting dan beberapa rekomendasi destinasi harian berikut ini : 

1. Hari Pertama - Sehari Mengeksplore Gili Trawangan

Ini merupakan Point Utama dari perjalanan liburan kamu di Lombok, mengunjungi Gili Trawangan hukumnya WAJIB, terutama buat kamu-kamu yang suka dengan keramaian dan suasana malam yang berbeda. Di hari pertama (kedatangan) ini sebaiknya pilihlah jadwal penerbangan sebelum jam 14.00 siang. Jadi dari Airport kamu bisa menggunakan jasa angkutan bus Damri dengan harga tiket Rp. 35.000 sampai Senggigi, kemudian dari Senggigi kamu bisa menyewa sepeda motor sebagai alternatif transport menuju Pelabuhan penyeberangan Bangsal.

Selain menyewa sepeda motor, kamu bisa menggunakan taxy atau jasa Transport yang ada di sepanjang jalan raya Senggigi. Cukup membayar Rp. 150.000 sampai Rp. 200.000 dan kamu akan diantar sampai ke Pelabuhan penyeberangan Bangsal. Jika ingin puas sebaiknya kamu menyewa sepeda motor untuk ke Gili Trawangan agar bisa mampir hunting photo di sepanjang perjalanan dan sekitaran pantai Nipah atau Bukit Malimbu, dua spot wajib yang tidak boleh dilewatkan jika menuju Gili Trawangan. 
Keceriaan Wisatawan Yang Berlibur di Gili Trawangan Lombok By LOMBOK CLICK HOLIDAY

Setibanya di pelabuhan Bangsal, beli-lah tiket public boat seharga Rp. 17.000 per orang dengan tujuan Gili Trawangan. Kamu harus menunggu setidaknya 15 menit sampai quota tiket tujuan Gili Trawangan terpenuhi. Jika musim ramai, kamu tidak akan menunggu terlalu lama dibandingkan tujuan 2 Gili lainnya yakni Gili Meno dan Gili Air.

Jika kamu tiba di Trawangan sebelum pukul 09.00 Wita, kamu bisa cobain serunya ikut Public Glass Bottom boat dengan rentang harga Rp. 75.000/orang. Sayangnya kamu akan merasa sedikit aneh, karena bisa saja kamu adalah satu-satunya penumpang lokal disana. Selain pukul 09.00 Wita, Public Glass Bottom boat biasanya beroperasi juga pukul 14.00 Wita, bisa jadi alternative kedua jika kamu tidak bisa mengejar kelas yg pagi.

Gili Trawangan Lombok. Photo by Jackysan
Selain public glass bottom boat, jika budget kamu cukup pastinya bisa mencharter Glass Bottom Boat untuk keliling snorkeling di 3 spot terbaik masing-masing gili. Beberapa spot yang menarik untuk dicobain adalah spot kapal bounty yang dulu tenggelam, juga spot Blue Coral yang konon katanya hanya ada 2 di dunia, yakni di perairan Karibia dan di Lombok. 

Snorkeling di pinggiran juga bagus, tapi kurang menarik karena terumbu-terumbu karang-nya tidak terlalu banyak, hanya ada ikan-ikan lapar yang siap menghabiskan roti tawar yang kamu bawa saat snorkeling.

Gili Trawangan. Photo by Google 
Jika berencana menginap di Gili Trawangan, carilah penginapan-penginapan murah yang terletak agak ke dalam pulau dengan variasi mulai dari Rp. 200.000an sampai Rp. 500.000, tergantung selera dan budget masing masing. Sedangkan hotel-hotel pinggiran pantai rata-rata hotel kelas cottage sampai hotel kelas bintang 4 denga variasi harga mulai Rp. 500.000 keatas.

Beberapa aktifitas lain yang bisa kamu lakukan di Gili Trawangan adalah banana boat, sea walking (marine walk), sea kayaking, diving, berburu sunset, berenang, atau sekedar berkeliling pulau menggunakan cidomo atau sepeda, satu-satunya transportasi yang diijinkan di pulau cantik ini. Malamnya, kamu bisa mencari makan di pasar malam, nongkrong di cafe live musik atau ikutan party di beberapa cafe yang sudah terjadwal.

Untuk kepulangan dari Gili Trawangan, sebaiknya dibawah pukul 15.00 sore, selain karena ombaknya yang semakin gede, juga saat pulangnya bisa mengeksplore destinasi lain yaitu Hutan Lindung Pusuk, tempat biasa kami bercengkrama dan memberi makan monyet monyet liar yang sudah menunggu di sepanjang jalanan Pusuk. Tetapi jangan khawatir barang barang berharga kamu dicuri oleh monyet-monyetnya, karena monyet-monyet di Pusuk lebih bersahabat dan tidak suka iseng. Cukup memberi mereka makan tanpa disentuh atau di pegang..

Memberi makan monyet monyet liar yang jinak di Hutan Lindung Pusuk. Photo by Jackysan
Oya, Hampir lupa. Jika menggunakan sepeda motor dan berencana untuk menginap di Gili Trawangan, carilah tempat penitipan sepeda motor terdekat dengan pelabuhan. Jasa penitipan motor berkisar antara Rp. 30.000, jika langsung balik dihari yang sama maka bayarannya tidak lebih dari Rp. 15.000. 

2. Hari Kedua - Sehari Mengeksplore Waterfall & Senaru Village

Okay bray lanjut ya!!. Kita asumsikan kamu menginap di Gili Trawangan malam pertama. Jadi hari kedua ini sepulangnya kamu dari Gili Trawangan, teruslah mengeksplore Lombok di sisi utara-nya. Disana ada 2 air terjun yang paling populer yakni Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep. Sepulang dari Gili Trawangan, dari Pelabuhan Bangsal teruslah ke kiri menuju jalur Tanjung / Bayan Lombok Utara. Jangan ngebut-ngebut bawa motor jika sudah sampai di Desa Bayan, liatlah marka dan petunjuk arah menuju Senaru.

Di Senaru, kamu bisa memarkir kendaraan langsung di dekat pintu masuk air terjun atau bisa memarkir kendaraan di area parkir restoran dan rumah makan di sekitar sana. Sebagai traveller yang baik, jangan lupa bayar tiket masuk ya bray, hanya Rp. 5000 per orang. Jangan lupa persiapkan fisik juga ya, karena perjalanan menuju kedua air terjun yang menawan ini sedikit "adventure". Melewati ratusan anak tangga turun naik, hutan belantara juga anak sungai yang airnya sedingin air kulkas.

Dari pintu masuk menuju air terjun pertama (Sendang Gile) membutuhkan waktu sekitar 20 menit, dari air terjun pertama menuju air terjun kedua (Tiu Kelep) kamu harus berjalan kaki lagi melewati hutan lindung dan juga anak sungai selama kurang lebih 30 menit perjalanan. Jika khawatir dan demi keamanan perjalanan, sebaiknya di pintu masuk kamu pakai Jasa local guide yang siap mengantar kamu menuju kedua air terjun ini. Untuk local guide, kamu harus bayar Rp. 100.000/rombongan dengan maksimal peserta 5 atau orang. Lebih dari itu, maka silahkan tambah bayaran local guide sesuai keikhlasan. Mereka juga akan membantu kamu membawa barang bawaan sampai kembali lagi ke tempat parkir / tempat semula.

Air Terjun Tiu Kelep di Senaru Lombok Utara. Photo by Objekwisatapopuler.com
Jangan lupa bawa pakaian ganti ya, selain melewati sungai dan harus berbasah basahan sampai lutut, kami yakin kamu akan tergoda untuk mencoba berendam di kesegaran kolam alami yang ada di bawah pusaran air terjun Tiu Kelep. Konon menurut mitos orang tua, mandi di kolam air Terjun Tiu Kelep ini membuat kita terlihat 1 tahun lebih muda dari usia sebenarnya. So, jika ingin semakin kelihatan awet muda, bersering seringlah datang dan mandi ke tempat ini bray..

Next, sepulang dari kedua air terjun tersebut, jangan lupa isi perut dulu di warung warung kakilima atau restoran cepat saji yang ada di sekitaran Senaru biar sehat dan tak terhambat melanjutkan perjalanan. 

Dari Senaru, turun gunung lalu belok kanan di pertigaan jalan utama menuju ke kampung tradisional bayan dan juga Masjid Kuno Bayan yang didirikan sekitar 300 tahun yang lalu. Sekalipun bentuknya sederhana, namun Masjid Kuno Bayan memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi salah satu situs bersejarah yang ada di Indonesia. Kecamatan Bayan yang terletak di Kabupaten Lombok Utara ini dulunya merupakan salah satu pintu / gerbang masuknya ajaran islam di Lombok dan Masjid Kuno ini dipercaya sebagai masjid pertama yang ada di Pulau Lombok.

Sebagai catatan, di Masjid Kuno Bayan ada pemandu lokal / local guide yang akan menjelaskan secara rinci sejarah islam dan juga sejarah wali wali yang mendirikan Masjid Kuno Bayan di jaman dahulu. Setelahnya kamu akan dimintai donasi seikhlasnya untuk perawatan masjid dan juga lingkungan disana.

Next, setelah dari Masjid Kuno Bayan, teruslah menuju arah timur. Sekitar 100 meter dari Masjid kamu akan bertemu pertigaan di dekat Kantor Desa. Teruslah menuju selatan ke arah Dusun Teres Genit, jangan mengambil jalur kiri. Sekitar 2 sampai 3km dari pertigaan tersebut kamu akan melihat pemandangan sawah yang spektakuler, rice terrace field dengan panorama hijau hijau dilengkapi dengan aktifitas para petani yang layak untuk di abadikan.

Rice Field Terrace of Teres Genit Village. Photo by Denny Tirta Wijaya 
Setelah puas hunting foto, saatnya kembali ke Mataram atau Senggigi. Carilah hotel kelas melati di sekitaran Sentral pariwisata Senggigi atau di area Cakranegara dan Kota Mataram. Di Senggigi beberapa diantaranya adalah Pondok Siti Hawa, Pondok Shinta, Elen Hotel, dan lainnya dengan budget rata-rata Rp. 250.000/malam. 

3. Hari Ketiga - Sehari Mengeksplore Pantai Sekotong dan Gili Nanggu

Perjalanan di hari ketiga ini kamu bisa bisa isi dengan mengeksplore Pantai Sekotong dan Gili Nanggu yang berada di sisi sebelah barat laut. Dari Sentral Pariwisata Senggigi butuh waktu sekitar 1.5 s/d 2 jam perjalanan untuk sampai di pelabuhan Tawun atau Batu Kijuk. Sesampainya disana banyak penyedia jasa penyeberangan boat yang akan berebutan menawarkan jasa penyeberangan menuju Gili Nanggu. Bedanya, disini boat nya kamu harus charter dengan kisaran harga Rp. 200.000 sd Rp. 300.000 tergantung rute, apakah ke Gili Nanggu saja atau keliling 3 pulau cantik lainnya. Jika pinter tawar menawar, di Batu Kijuk kamu bisa dapatkan harga murah sebesar Rp. 200.000 untuk berkeliling 3 pulau.

Gili Nanggu. Photo by Jackysan
Jangan lupa bawa pakaian ganti dan jangan sampai tidak snorkeling di Gili Nanggu juga gili Kedis. Kamu akan melihat kecantikan bawah laut yang spektakuler ditempat ini. Ada spot ikan seribu, ada spot pink coral di Gili Kedis, juga spot cantik lainnya di sekeliling pulau.

Pulangnya dari Gili Nanggu, mampir lah sejenak ke spot Sundancer Hill jika sempat, dari ketinggian perbukitan Sundancer hill ini kamu akan melihat panorama cantik pantai Sekotong dengan gugusan gili gili kecilnya yang terlihat menawan. Sebaiknya jangan pulang diatas jam 5 sore dari Sekotong, selain untuk kenyamanan, sambil pulang ke Mataram juga kamu bisa hunting sunset di daerah Pelabuhan Lembar dengan latar kapal kapal Ferry yang berlabuh di pelabuhan Lembar. Untuk melihat panorama pelabuhan Lembar, kamu harus melewati jalan bawah dan bukan jalan tanjakan Grepek.

4. Hari keempat - Sehari Mengeksplore Pantai Kuta, Tanjung Aan dan Suku Sasak

Sebaiknya untuk hari terakhir ini, kamu memang harus menggunakan jasa Private Transport dengan kisaran budget Rp. 400.000 sd Rp. 500.000, karena sepeda motor yang kamu sewa di hari pertama sampai hari ketiga harus kamu kembalikan.

Hari Terakhir, sebagai perjalanan penutup masa liburan kamu di Lombok lebih direkomendasikan untuk hunting bagian Lombok Tengah. Selain karena lebih dekat dari Airport, juga tidak terlalu membutuhkan waktu yang terkesan mendesak. Rutenya adalah start dari Senggigi atau Mataram lalu menuju ke kampung Banyumulek untuk melihat proses pembuatan gerabah dan tembikar tanah liat yang populer sampai mancanegara. Selain melihat proses pembuatan gerabah, kamu juga bisa mencoba belajar membuat gerabah sederhana yang langsung bisa dibawa pulang. 

Belajar Membuat Gerabah di Banyumulek. Photo by Jackysan.me
Dari Banyumulek teruslah masuk ke jalur bypass Bandara Lombok. Sekitar 15 menit dari Tugu Giri Menang Square (berbentuk masjid berkubah emas di bundaran bypass), lihatlah marka dan petunjuk arah / petunjuk jalan di sebelah kiri bertuliskan Kampung Sukarara. Di kampung ini kamu bisa melihat proses pembuatan tenun ikat dan Songket Lombok yang terkenal dan kini di konsep lebih modern oleh designer kondang Dian Pelangi. Selain melihat proses pembuatan tenun songket, kamu bisa belajar gratis dan juga berfoto gratis menggunakan baju adat khas Lombok.
Belajar Menenun Songket di Kampung Sukarara Lombok. Photo by Jackysan


Mencoba baju adat khas Sasak Lombok. Photo by Instagram
Setelah itu, keluar lagi menuju jalan bypass dan teruslah ke timur melewati Airport Lombok. Di pertigaan pertama setelah melewati Airport, belok kanan menuju jalur Pantai Kuta. Jangan lupa lihat lihat marka dan rambu rambu jalan biar tidak tersesat. Teruslah ke sisi timur pantai Kuta, beberapa spot yang bisa kamu datangi disana adalah : Pantai Tanjung Aan yang masuk sebagai 10 Pantai Tercantik di Dunia 2015 versi Tripadvisor, Pantai Seger dengan monumen Putri Mandalika-nya, juga Pantai Kuta dengan pasir putih nya yang khas, pasir Merica.

Tanjung Aan Beach Photo By www.lombokclick.com

Pantai Tanjung Aan Lombok. Photo by Jackysan
Di Pantai Kuta, kamu tidak akan terlalu kesulitan mencari warung makan atau restoran. Setelah puas explore di sisi timur, jika masih banyak waktu luang kamu juga bisa terus ke sisi sebelah barat pantai Kuta sampai tembus ke Pantai Mawun yang juga terkenal kealamiannya. Jangan terlalu sore di tempat ini, karena agak sepi dan juga lampu lampu penerang jalan tidak ada, sehingga di khawatirkan akan membahayakan jika dilewati di malam hari. 

Catatan Tambahan : 

  • Waktu Tempuh dari Airport ke Senggigi sekitar 1.5 Jam 
  • Waktu Tempuh dari Senggigi ke Pelabuhan Bangsal sekitar 30 Menit 
  • Waktu Tempuh dari Pelabuhan Bangsal ke Senaru / Air Terjun sekitar 1.5 Jam 
  • Waktu Tempuh dari Bangsal ke Mataram melalui Hutan Lindung Pusuk : 45 menit 
  • Tiket Bus Damri dari Airport ke Senggigi / Mataram Rp. 35.000 
  • Tiket public boat ke Gili Trawangan Rp. 17.000 
  • Tiket charter boat ke Gili Nanggu Rp. 300.000 
  • Sewa motor di Senggigi perhari Rp. 50.000 wajib tahan KTP 
  • Waktu Tempuh dari Senggigi ke Pelabuhan Tawun (ke Gili Nanggu) sekitar 1.5 jam 
  • Waktu Tempuh dari Pelabuhan Tawun ke Gili Nanggu sekitar 30 menit 
  • Waktu Tempuh dari Pantai Kuta ke Airport sekitar 30 menit 
  • Waktu Tempuh dari Pantai Tanjung Aan ke Airport sekitar 45 menit 

***

Note : Artikel ini ditulis pertama kali di holidayislombok.com dan disadur ulang oleh penulis yang sama dengan sedikit modifikasi di Hipwee : http://www.hipwee.com/list/begini-cara-memaksimalkan-4-hari-di-lombok-bray-dijamin-puas/ 

Artikel Wisata Lombok Lainnya :

Scroll to top